|
Tugas
Matematika 2
Oleh
Diah
Ayu Retnaningsih
(12144600140/A4-12)
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2013
Bilangan dan Angka
a.
Bilangan
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan
dan pengukuran.
Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut
sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan
selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan
negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks.
Prosedur-prosedur tertentu yang mengambil
bilangan sebagai masukkan dan menghasil bilangan lainnya sebagai keluaran,
disebut sebagai operasi numeris. Operasi
uner mengambil satu masukan bilangan dan
menghasilkan satu keluaran bilangan. Operasi yang lebih umumnya ditemukan
adalah operasi
biner, yang mengambil dua bilangan
sebagai masukan dan menghasilkan satu bilangan sebagai keluaran. Contoh operasi
biner adalah penjumlahan,
pengurangan,
perkalian,
pembagian, dan perpangkatan. Bidang matematika yang mengkaji operasi numeris disebut
sebagai aritmetika
Dalam penggunaan sehari-hari, angka dan
bilangan seringkali dianggap sebagai dua entitas yang sama. Selain itu terdapat
pula konsep nomor yang berkaitan. Secara kaku, angka, bilangan, dan nomor
merupakan tiga entitas yang berbeda.
b.
Angka
Angka
adalah suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan bilangan.
Contohnya, bilangan lima dapat dilambangkan menggunakan angka Hindu-Arab “5″ (sistem angka berbasis 10), “101″ (sistem angka biner),
maupun menggunakan angka Romawi ‘V’. Lambang “5″, “1″, “0″, dan “V” yang
digunakan untuk melambangkan bilangan lima disebut sebagai angka.
Nomor
biasanya menunjuk pada satu atau lebih angka yang melambangkan sebuah bilangan
bulat dalam suatu barisan bilangan-bilangan bulat yg berurutan. Misalnya kata
‘nomor 3′ menunjuk salah satu posisi urutan dalam barisan bilangan-bilangan 1,
2, 3, 4, …, dst. Kata nomor sangat erat terkait dengan pengertian “urutan”.
Menurut sejarah ketika orang melakukan
kegiatan membilang atau mencacah kebingungan untuk memberikan lambang
bilangannya. tetapi kemudian dibuatlah sistem numerasi yaitu sistem yang
terdiri dari numerial (lambang bilangan/angka) dan number (bilangan). Sistem
numerasi adalah aturan untuk menyatakan menuliskan bilangan dengan menggunakan
sejumlah lambang bilangan.
Bilangan sendiri itu adalah ide abstrak
yang tidak didefinisikan. Setiap Bilangan mempunyai banyak lambang bilangan.
Satu lambang bilangan menggambarkan satu bilangan. Setiap bilangan mempunyai
banyak nama. Misal bilangan 125 mempunyai nama bilangan seratus dua puluh lima.
terdiri dari lambang bilangan 1, 2, dan 5. Angka/digit terdiri dari 0, 1, 2, 3,
4, 5, 6, 7, 8, 9 lambang bilangan ini disebut angka hindu arab yang digunakan
sampai sekarang
Sebelum
angka hindu arab ditemukan, terdapat lambang bilangan mesir kuno yang
disebut heroglip, lambang bilangan romawi, lambang bilangan babilon, lambang
bilangan maya.
Macam-macam
Bilangan
a.
Bilangan Asli
Bilangan asli
adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol. Nama lain dari
bilangan ini adalah bilangan hitung atau bilangan yang bernilai positif
(integer positif).
Contoh :{1, 2,
3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}
b.
Bilangan Prima
Bilangan prima adalah bilangan-bilangan sail/asli yang hanya bisa dibagi dirinya sendiri dan satu, atau bilangan yang memiliki 2 faktor, dan angka satu bukan bilangan prima.
Contoh: 2,3,5,7,11,13,17,….
Bilangan prima adalah bilangan-bilangan sail/asli yang hanya bisa dibagi dirinya sendiri dan satu, atau bilangan yang memiliki 2 faktor, dan angka satu bukan bilangan prima.
Contoh: 2,3,5,7,11,13,17,….
c.
Bilangan Cacah
Bilangan cacah
adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh :{0, 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}
d.
Bilangan Bulat
Bilangan Bulat adalah bilangan yang terdiri dari seluruh bilangan baik negatif, nol dan positif.
Contoh: -3,-2,-1,0,1,2,3,….
Bilangan Bulat adalah bilangan yang terdiri dari seluruh bilangan baik negatif, nol dan positif.
Contoh: -3,-2,-1,0,1,2,3,….
e.
Bilangan Negatif
Bilangan negatif (integer
negatif) adalah bilangan yang lebih kecil/ kurang dari nol. Atau juga bisa
dikatakan bilangan yang letaknya disebelah kiri nol pada garis bilangan.
Contoh :{-1, -2,
-3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}
f.
Bilangan Rasional
Bilangan
rasional adalah bilangan-bilangan yang merupakan rasio (pembagian) dari
dua angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b,
dimana a merupakan himpunan bilangan bulat danb merupakan
himpunan bilangan bulat tetapi tidak sama dengan nol.
Contoh :{½, ⅓,
⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}
g.
Bilangan Irrasional
Bilangan
irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih tepatnya
hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa dinyatakan a/b.
Contoh :
π
= 3,141592653358……..
√2 = 1,4142135623……..
e
= 2,71828281284590…….
h.
Bilangan real
Bilangan real
atau bilangan riil menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk
decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa
Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang
koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang
memiliki angka di belakang tanda titik “.”.Bilangan real
meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional,
seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu
titik dalam garis bilangan.
Himpunan semua
bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari
kata “real”).
i.
Bilangan
imajiner
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2 =
−1. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi,
bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan
kuadratik : x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1
j.
Bilangan
komposit
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang
bukan merupakan bilangan prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai
faktorisasi bilangan bulat, atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih.
Atau bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.
Contoh :{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
Contoh :{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}
k.
Bilangan kompleks
Bilangan
kompleks adalah suatu bilangan yang merupakan penjumlahan
antara bilangan realdan bilangan imajiner atau bilangan yang berbentuk a + bi.
Dimana a dan b adalah bilangan real,
dan i adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan
real a disebut juga bagian real dari bilangan kompleks, dan
bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu
bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut
menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh :{3 + 2i}
Soal
1.
Mengapa
suatu bilangan bisa diopersikan dan tidak dapat dioperasikan, beri contoh dan
jelaskan?
2.
Apa
yang dimaksud perkalian dan pembagian? Jelaskan dan beri contohnya!
Jawab
:
1.
a.
Bilangan dapat dioperasikan jika:
-Memiliki bentuk atau variable yang sama
untuk operasi penambahan dan pengurangan.
Contohnya :
2x+2x = 4x
6x-3x = 3x
4+5 = 9
6 -2 = 4
3√2-√2 = 2√2
-
Memiliki
betuk/ variabel yang sama dan berbeda untuk opersi perkalian
Contohnya :
2a + 2b =4ab
2a x 3 = 6a
3a x 3a = 9a2
4√2
x 3√2 = 24
c. Bilangan tidak dapat dioperasikan jika :
-Memiliki bentuk variabel yang berbeda untuk
operasi penambahan dan pengurangan.
Contoh :
2x-2y = 2x-2y
3x-2 =3x-2
4+2√2 = 4+2√2
2. a. Perkalian
Perkalian merupakan
operasi matematika yang mengalikan suatu angka dengan angka lainnya sehingga
menghasilkan nilai tertentu yang pasti. Simbol untuk operasi perkalian adalah
tanda silang ( x ).
Contoh:
2 x 5 = 10
3x3 = 9
b. Pembagian
Pembagian merupakan
operasi matematika yang membagi suatu angka dengan angka lainnya sehingga
menghasilkan nilai tertentu yang pasti. Simbol untuk operasi pembagian adalah
tanda titik dua ( : ) atau ( ÷ ). Selain tanda titik dua, seringkali operasi pembagian
ini menggunakan simbol garis miring ( / ) atau
garis tengah ( _).
Contoh:
100 : 10 = 10
100 ÷ 10 = 10
100 / 10
= 10
Operasi Perkalian
Perkalian adalah penjumlahan berulang. (Van De
Welle, 2003: 35) maksudnya adalah 3 x 5 sama artinya dengan 5 + 5 + 5
atau ditulis 3 x 5 =5 + 5 + 5
Perkalian pada bilangan asli memiliki tiga sifat,
yaitu komutatif, asosiatif dan distribusi penjumlahan. Jika a,b,nsuatu
bilangan maka akan berlaku:
1. a x b =b x
a
(komutatif)
2. (a x b) x c =a
x (b x
c)
(asosiatif)
3. a x 1 = 1 x a
=
a
(identitas perkalian)
4. n x (a + b)
=(n x a) + (n x b)
(distribusi penjumlahan)
Operasi Pembagian
Pembagian didefinisikan sebagai
berikut: a : b = c artinya adalah ada sekumpulan
benda sebanyak a dibagi rata (sama banyak)
dalam b kelompok. Maka cara membaginya dilakukan dengan pengambilan
berulang sebanyak b sampai habis dengan setiap kali pengambilan
dibagi rata ke semua kelompok. Banyaknya pengambilan ditunjukkan dengan hasil
yang didapat oleh masing-masing kelompok yaitu c. Hasil bagi (c)
adalah banyaknya satuan pengambilan b dalam setiap kali mengambil
untuk dibagi rata. Jika banyaknya anggota yang dimuat oleh masing-masing
kelompok adalah c, maka banyaknya pengambilan b satuan sampai
habis pada kumpulan benda sebanyak a adalah c kali.
Mengapa? Sebab untuk setiap kali pengambilan sebanyak b anggota dari
kumpulan benda beranggotakan a selalu dibagi rata pada masing-masing
kelompok sebanyak b. Sehingga jika hasil pada masing-masing anggota
adalah c, maka dapat dipastikan bahwa banyaknya satuan
pengambilan b anggota sampai habis dari sekumpulan benda sebanyak aitu
adalah c kali.
Dalam membelajarkan pembagian dasar, peserta didik
diberikan pengalaman membagi, misalnya dengan membagikan sejumlah barang kepada
beberapa temannya. Dengan memberikan pengalaman, peserta didik akan selalu
mengingat konsep pembagian tersebut di kepalanya. Selanjutnya dengan memberi
banyak latihan, peserta didik diajak untuk mengamati hubungan antara bilangan
yang dibagi, pembagi, dan hasil baginya. Setelah dicermati ternyata bilangan
yang dibagi = pembagi x hasil bagi.
Contoh:
1. 36 : 4
= 9 artinya adalah ada 9 kali pengambilan empatan sampai habis pada bilangan
36, dengan setiap kali pengambilan dibagi rata ke dalam 4 kelompok,
2. 30 : 6
= 5 artinya adalah ada 5 kali pengambilan enaman sampai habis pada bilangan 30,
dengan setiap kali pengambilan dibagi rata ke dalam 6 kelompok, dan lain-lain.




Posting Komentar