|
MAKALAH
KLASIFIKASI
MEDIA PEMBELAJARAN
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah
Media Pembelajaran
yang dibina oleh Wahyu Kurniawati, S.Si
yang dibina oleh Wahyu Kurniawati, S.Si
Oleh:
Kiswantasri (12144600128/A4-12)
Diah Ayu
Retnaningsih (12144600140/A4-12)
Putri Kenastiti (12144600148/A4-12)
Widowati Dewi (12144600150/A4-12)
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI YOGYAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan
hasil-hasil teknologi dalam peroses belajar. Para guru dituntut agar
mampu memahami, menggunakan alat-alat yang tersedia dalam upaya mencapai tujuan
pengajaran yang diharapkan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup
tentang media pembelajaran. (dalam Azhar Arsyad,2011:5) Media adalah komponen sumber belajar atau wahana
isik yang mengandung materi instruksional di lingkunga siswa yang dapat
merangsang siswa untuk belajar. Media
digunakan sebagai alat komunikasi dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan
materi dari pengajar kepada peserta didiknya. Hamalik (dalam Arsyad, 2011:15) mengemukakan bahwa pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan
keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar,
dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu
keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada
saat itu. Selain membangkitkan
motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan
pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran
data, dan memadatkan informasi.
Sebagai salah satu komponen pembelajaran,
media tidak bisa luput dari pembahasan sistem pembelajaran secara menyeluruh. Pemanfaatan media
seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap
kegiatan pembelajaran. Namun kenyataanya bagian inilah yang masih sering
terabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain:
terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang
tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu
terjadi jika setiap guru telah membekali diri dengan pengetahuan dan
keterampilan dalam hal media pembelajaran. Sesungguhnya betapa banyak jenis
media yang bisa dipilih, dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi
waktu, biaya maupun tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Setiap jenis
media memiliki
karakteristik tertentu yang perlu kita pahami, sehingga kita dapat memilih
media yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.
Sehubungan hal diatas, media
salah satu diantaranya yang sangat penting bagi guru, karena guru sebagai pengembang ilmu
sangat penting sekali untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang
tepat dan efisien bagi peserta didik. Pembelajaran yang baik dapat
ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif serta terjadinya
interakaktif antara guru dan siswa dengan baik. Pembelajaran akan lebih
bermakna manakala menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk
memahami materi karena penyajiannya dengan dilengkapi berbagai
media sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Maka dari itu
pada makalah ini, akan membahas atau menguraikan jenis dan klasifikasi
media pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
klasifikasi media menurut para ahli?
2.
Apa karakteristik media
pembelajaran berdasarkan klasifikasinya ?
C. Tujuan
Dalam
makalah ini penulis ingin menjelaskan:
A.
klasifikasi media menurut
para ahli
B.
karakteristik media pembelajaran berdasarkan klasifikasinya
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Klasifikasi Media Pembelajaran
Dalam
suatu proses belajar mengajar
kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan
tersebut ketidakjelasan bahan yang akan disampaikan dapat di bantu dengan
menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan
kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat
mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat
tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat di konkretkan dengan kehadiran media.
Media
pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang paling sederhana
dan murah sampai media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada media yang
dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada media yang diproduksi pabrik. Ada media
yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula
media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran.
Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media
yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.
(Dalam
Sadiman, dkk, 2011:19) Dalam pengertian
teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan
komponen dari sistem intruksional di samping pesan, orang, teknik latar, dan peralatan. Media
atau bahan adalah perangkat lunak (software) berisi
pesan atau informasi pendidikan yang biasanya di sajikan dengan mempergunakan
peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan
pesan yang terkandung pada media tersebut. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke
dalam khazanah pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah-laku (behaviorisme), komunikasi, dan laju
perkembangan teknologi elektronik, media dalam perkembangannya tampil dalam
berbagai jenis dan format (modul cetak, film, televisi, film bingkai, film
rangkai, program radio, komputer,
dan lain-lain). Masing-masing dengan ciri dan
kemampuannya sendiri. Dari sinilah timbul usaha-usaha penataannya, yaitu
pengelompokan atau klasifikasi menurut kesamaan ciri atau karakteristiknya.
Para ahli berbeda dalam setiap pengelompokannya, diantaranya:
1. Kerucut Pengalaman Menurut
Edgar Dale (via Hujair, 2011:43)
Edgare Dale, menggambarkan tingkat
pengalaman dan alat-alat yang diperlukan untuk memperoleh pengalaman. Menurut
Edgare Dale, pengalaman berlangsung dari tingkat yang konkret naik menuju ke
tingkat yang lebih abstrak.
Pada tingkat yang konkret, seseorang dapat belajar dari kenyataan atau pengalaman langsung yang bertujuan dalam kehidupan kita. Kemudian meningkat ke tingkat yang lebih atas menuju ke puncak kerucut, dalam tingkat yang abstrak bentuk symbol-simbol. Pembagian tingkatan-tingkatan itu semata-mata untuk membantu melihat pengalaman belajar. Edgar Dale berkeyakinan bahwa simbol dan gagasan yang abstrak dapat lebih mudah dipahami dan diserap manakala diberikan dalam bentuk pengalaman konkrit. Kerucut pengalaman merupakan awal untuk memberikan alasan tentang kaitan teori belajar dengan komunikasi audiovisual.
a.
Pengalaman langsung dan bertujuan (Direct Purposeful
Experiences)
Dasar dari pengalaman kerucut Dale ini adalah merupakan
penggambaran realitas secara langsung sebagai pengalaman yang kita temui
pertama kalinya. Ibarat ini seperti fondasi dari kerucut pengalaman ini, dimana
dalam hal ini masih sangat konkrit. Dalam tahap ini pembelajaran
dilakukan dengan cara memegang, merasakan atau mencium secara langsung materi
pelajaran. Maksudnya seperti anak Taman Kanak-Kanak yang masih kecil dalam
melakukan praktik menyiram bunga. Disini anak belajar dengan memegang secara
langsung itu seperti apa, kemudian menyiramkannya kepada bunga.
b. Pengalaman Tiruan (Contrived Experiences)
Tingkat kedua dari kerucut ini sudah mulai mengurangi tingkat ke-konkritannya.
Dalam tahap ini si pelajar tidak hanya belajar dengan memegang, mencium atau
merasakan tetapi sudah mulai aktif dalam berfikir. Contohnya seperti seorang pelajar
yang diinstruksikan membuat bangunan atau gedung. Disini pelajar tidak membuat
gedung sebenarnya melainkan gedung dalam artian suatu model atau miniatur dari
gedung yang sebenarnya.
c. Dramatisasi (Dramatized Experiences)
Dengan drama, pelajar dapat menjadi merasakan langsung materi yang
dipelajari. Jika kita bisa membagi dua bagian ini, maka bagian akan
terbagi menjadi partisipasi dan observasi. Partisipasi merupakan bentuk aktif
secara langsung dalam suatu drama, sedangkan observasi merupakan pengamatan,
seperti menonton atau mengamati drama tersebut.
d. Demonstrasi (Demonstrations)
Demonstrasi disini merupakan gambaran
dari suatu penjelasan yang merupakan sebuah fakta atau proses. Seorang
demonstrator menunjukkan bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Misalnya seorang
guru Biologi yang mendemonstrasikan bagaimana melihat objek yang berukuran
kecil dengan menggunakan mikroskop. Dalam proses pembelajaran, demonstrasi juga
memerlukan alat-alat, bahasa yang sederhana, persiapan yang baik, waktu yang
cukup, tempat yang memadai, dan minat
dari pemirsa.
e.
Karya Wisata (Field Trip)
Karya wisata, pengalaman
semacam ini diperoleh dengan mengajak kelas ke objek di luar kelas dengan
maksud memperkaya dan memperluas pengalaman pembelajar. Kegiatan yang dilakukan
pembelajar dalam karyawisata adalah : (a) pembelajar aktif melakukan observasi,
(b)tanya jawab, (c) mencatat, dan (d) membuat laporan.
f. Pameran
Pameran, yang bertujuan
untuk mempertunjukkan hasil pekerjaan pembelajar, perkembangan dan kemajuan
sekolah kepada warga sekolah dan masyarakat pada umumnya. Televisi
g.
Televisi
Televisi
yaitu
suatu media untuk menyampaikan pesan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak
dan masyarakat. Program televisi pendidikan dinilai selain maenarik minat yang
lebih besar dan juga memberikan informasi yang autentik.
h.
Gambar hidup (film)
Gambar hidup (film), yaitu rangkaian gambar yang dapat
diproyeksikan ke layar dengan kecepatan tertentu. Rangkaian suatu gambar dan
suara yang menampilkan cerita dan gambar yang mudah dipahami.
i.
Radio
Radio, yaitu dengan siaran
radio dapat disampaikan pengajaran secara efektif, dan akan menambah
pengalaman, pengetahuan dan menimbulkan motivasi belajar. Programnya berupa
cerita, ceramah, wawancara, sandiwara, dan sebagainya.
j.
Gambar
Gambar, yaitu segala sesuatu
yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi dan sebagai curahan
perasaan dan pikiran. Lukisan, dapat berbentuk ilustrasi, karikatur, kartun,
poster, gambar seri, poster, slide,
dan filmstip.
k.
Simbol Visual
Simbol visual, yaitu gambar
yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang
dapat divisualisasikan, misalnya sketsa, bagan, grafik, pster gambar, komik,
kartun gambar, diagram dan peta gambar.
l.
Lambang Kata
Lambang kata, yaitu lambang
kata dapat dijumpai dalam buku dan bahan-bahan bacaan lainnya, seperti buku,
majalah, koran, dan lain-lain.
1.
Menurut Wilbur Schramm
Media digolongkan
menjadi media rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm juga mengelompokkan
media menurut kemampuan daya liputan, yaitu:
a.
Liputan luas dan serentak, misalnya televisi, radio, dan facsimile.
b.
Liputan terbatas ruangan, misalnya film, video, slide, poster audio tape.
c.
Media untuk belajar individual, misalnya buku, modul, program belajar
dengan komputer dan telepon.
2.
Menurut Gagne
Media diklasifikasikan menjadi
tujuh kelompok yaitu benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media
cetak, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara, dan mesin belajar. Ketujuh
kelompok media pembelajaran tersebut dikaitkan dengan kemampuannya memenuhi
fungsi menurut hierarki belajar yang dikembangkan, yaitu pelontar stimulus
belajar, penarik minat belajar, contoh perilaku belajar, memberi kondisi
eksternal, menuntun cara berpikir, memasukkan alih ilmu, menilai presentasi,
dan pemberi umpan balik.
3.
Menurut Allen
Terdapat Sembilan kelompok media, yaitu visual diam, film, televisi, obyek tiga dimensi, rekaman, pelajaran berprogram, demonstrasi, buku teks cetak, dan sajian lisan. Disamping mengklasifikasikan, Allen juga mengaitkan antara jenis media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Allen melihat bahwa, media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan belajar tertentu tetapi lemah untuk tujuan belajar yang lain. Allen mengungkapkan enam tujuan belajar, antara lain: info faktual, pengenalan visual, prinsip dan konsep, prosedur, keterampilan, dan sikap. Setiap jenis media tersebut memiliki perbedaan kemampuan untuk mencapai tujuan belajar.
Terdapat Sembilan kelompok media, yaitu visual diam, film, televisi, obyek tiga dimensi, rekaman, pelajaran berprogram, demonstrasi, buku teks cetak, dan sajian lisan. Disamping mengklasifikasikan, Allen juga mengaitkan antara jenis media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Allen melihat bahwa, media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan belajar tertentu tetapi lemah untuk tujuan belajar yang lain. Allen mengungkapkan enam tujuan belajar, antara lain: info faktual, pengenalan visual, prinsip dan konsep, prosedur, keterampilan, dan sikap. Setiap jenis media tersebut memiliki perbedaan kemampuan untuk mencapai tujuan belajar.
4.
Menurut Gerlach dan Ely
Media dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri fisiknya atas kedelapan kelompok yaitu:
Media dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri fisiknya atas kedelapan kelompok yaitu:
a. Benda Sebenarnya (Realita)
Benda sebenarnya (realita) yang termasuk kategori media
ini adalah orang, kejadian, obyek atau benda tertentu. Semua benda yang
terdapat di alam dan dapat disaksikan keadaan sebenarnya, diklasifikasikan ke
dalam kelompok ini.
Presentasi verbal yang termasuk
kategori media ini antara lain adalah media cetak, kata-kata yang diproyeksikan
melalui film bingkai (slides),
transparansi, cetakan di papan tulis, majalah, dan papan tempel. Media ini
ditampilkan dalam bentuk ungkapan kata atau kalimat yang memiliki makna sebagai
media.
c. Presentasi Grafis
Presentasi grafis segaja dibuat
dalam rangka untuk mengkomunikasikan ide, sikap, dan keterampilan. Media ini
ditampilkan dalam bentuk lukisan, gambar, tabel, atau sejenisnya untuk menyampaikan
pesan sehingga mudah diterima.
d. Potret Diam
Potret diam yaitu potret dari
berbagai macam obyek atau peristiwa yang mungkin dipresentasikan melalui buku, film
rangkai, film bingkai, majalah/surat kabar. Obyek atau peristiwa ini diambil dari
suatu tempat yang kemudia disajikan dalam bentuk gambar diam. Penerima pesan
hanya memperoleh gambaran atau kesan terhadap suatu obyek atau peristiwa.
e. Film
Film (gambar gerak) yaitu film atau
video dari pemotretan/perekaman benda atau kejadian sebenarnya, maupun film
dari pemotretan gambar (animasi).
f. Rekaman Suara
Rekaman suara merupakan hasil
rekaman suara saja, baik menggunakan bahasa verbal maupun efek suara musik.
g. Program
Pada umumnya dikenal dengan istilah
pengajaran berprogram yaitu sekuen dari informasi, baik verbal, visual, atau
audio yang dengan sengaja
dirancang untuk merangsang adanya
respons dari pebelajar. Disamping itu, terdapat pula yang dipersiapkan dan
diprogramkan melalui mesin komputer.
h. Simulasi
Simulasi merupakan peniruan situasi
yang dengan sengaja diadakan untuk mendekati/menyerupai kejadian atau keadaan sebenarnya.
Beberapa contoh yang terkait, misalnya simulasi bagi calon pengendara mobil,
dimana situasi pada layar dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kondisi
nyata di lapangan.
5.
Menurut Ibrahim
Media dikelompokkan berdasarkan ukuran serta kompleks tidaknya alat dan perlengkapannya atas lima kelompok, yaitu
media tanpa proyeksi dua dimensi, media tanpa
proyeksi tiga dimensi, media audio,
media proyeksi televisi, video dan
komputer.
6.
Menurut
Bretz dan Briggs
Mengemukakan
bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media audio, media
visual, media audo visual, dan media serbaneka.
a. Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran. Contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantaranya: radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran. Contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantaranya: radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
b. Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual diam (2) media visual gerak
1) Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rangkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain.
2) Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual diam (2) media visual gerak
1) Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rangkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain.
2) Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
c. Media audio
visual
Media audio visual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu (1) madia audio visual diam, dan (2) media audio visual gerak.
a) Media audio visual diam diantaranya film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b) Media audio visual gerak diantaranya TV, gambar bersuara, dan lain-lain.
Media audio visual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu (1) madia audio visual diam, dan (2) media audio visual gerak.
a) Media audio visual diam diantaranya film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b) Media audio visual gerak diantaranya TV, gambar bersuara, dan lain-lain.
d. Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya: Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a) Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya: papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b) Media tiga dimensi diantaranya: model, mock up, dan diorama.
c) Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan realia misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d) Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah.
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya: Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a) Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya: papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b) Media tiga dimensi diantaranya: model, mock up, dan diorama.
c) Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan realia misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d) Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah.
B. Karakteristik Media Pembelajaran
Berdasarkan Klasifikasinya
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi enam kelompok media penyaji, yaitu:
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi enam kelompok media penyaji, yaitu:
1.
Media Grafis
Pada prinsipnya semua jenis media
dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbol-simbol visual dan melibatkan rangsangan
indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret,
dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam
bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan
mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada
jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, grafis biasanya
digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan
fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.
Yang termasuk media grafis antara lain:
a. Grafik
Grafik
adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk
melengkapinya sering sekali simbol-simbol
verbal digunakan pula di situ.
Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan
data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan
sesuatu objek atau peristiwa
yang
saling berhubungan secara singkat dan jelas.
Ada beberapa macam grafik yang kita
gunakan di antaranya adalah grafik garis (line
graphs), grafik batang (pargraphs), grafik
lingkaran (circle atau pie graphs)
dan grafik gambar (pictorial graphs).
b. Diagram
Suatu gambar
sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, yang menggambarkan
struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukkan hubungan yang ada
antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada disitu. Diagram pada umumnya
berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga
dapat memperjelas penyajian pesan.
c. Bagan
Seperti
halnya media grafis yang lain, bagan atau chart termasuk media visual.
Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit
bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga
mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.
Pesan yang akan disampaikan biasanya
berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan
penting.
Didalam bagan
sering kali kita jumpai jenis media grafis yang lain, seperti gambar, diagram,
kartun atau lambang-lambang verbal.
Sebagai media yang baik, bagan haruslah:
1.
Dapat dimengerti anak
2.
Sederhana dan lugas,
tidak rumit atau berbelit-belit
3.
Diganti pada
waktu-waktu tertentu agar selain tetap termasa (up to date) juga tidak
kehilangan daya tarik.
d. Sketsa
Sketsa
adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian
pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal dapat belajar
menggambar, setiap guru yang baik haruslah dapat menuangkan ide-idenya kedalam
bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian murid, menghindari
verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tidak perlu dipersoalkan
sebab media ini dibuat langsung oleh guru.
Seorang
guru bisa saja menerangkan proses perkembangbiakkan kupu-kupu secara
lisan/verbal. Jika ingin lebih jelas
tentu saja sebaiknya menunjukkan benda-benda sebenarnya seperti kupu-kupu, telur,
ulat, kepompong, serta proses itu sendiri. Jika
itu tidak
mungkin, guru bisa menunjukkan gambar/fotonya. Tetapi itu memerlukan waktu dan
biaya.
Sketsa
dapat dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk
tujuan tersebut.
e. Poster
Poster adalah gambar pada selembar
kertas yang berukuran besar, merupakan alat untuk menyampaikan berbagai pesan.
Poster tidak
saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula
untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
f. Papan Flanel
Papan flannel adalah media grafis yang
efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu
pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis.
Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah
sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain gambar, di kelas-kelas permulaan
sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan flanel ini dipakai pula untuk
menempelkan huruf dan angka-angka
g. Papan
Buletin (Bulletin Board)
Berbeda dengan
papan flanel, papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel tetapi langsung
ditempel gambar-gambar atau
tulisan-tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin
dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
Berbagai
jenis media grafis yang diuraikan di depan (gambar, poster, sketsa, diagram, chart) dapat dipakai sebagai bahan
pembuatan papan buletin. Selain itu, papan bulletin dapat dibuat dari
pesan-pesan verbal tertulis seperti karangan-karangan (anak-anak) berita, feature,
dan sebagainya.
Kelebihan Media Grafis
1) Dapat mempermudah dan mempercepat
pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
2) Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik
perhatian siswa.
3) Pembuatannya mudah dan harganya
murah.
Kelemahan Media Grafis
1) Membutuhkan keterampilan khusus
dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2) Penyajian pesan hanya berupa unsur
visual.
2.
Media Bahan Cetak
Media bahan cetak adalah media
visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikan
pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih
memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Jenis media bahan cetak ini diantaranya
adalah: buku teks, modul, bahan pengajaran terprogram.
Kelebihan Media Bahan Cetak
1) Dapat menyajikan pesan atau
informasi dalam jumlah yang banyak.
2) Pesan atau informasi dapat
dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan
masing-masing.
3) Dapat dipelajari kapan dan dimana saja
karena mudah dibawa.
4) Akan lebih menarik apabila
dilengkapi dengan gambar dan warna.
5) Perbaikan/revisi mudah dilakukan.
Kelemahan Media Bahan Cetak
1) Proses pembuatannya membutuhkan
waktu yang cukup lama.
2) Bahan cetak yang tebal mungkin dapat
membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
3) Apabila jilid dan kertasnya jelek,
bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
3.
Media Proyeksi Diam
Beberapa jenis media yang termasuk
kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya. Karakteristik
umum media ini adalah pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara
serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah
(praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan
obyek-obyek secara diam (pada media
dengan penampilan visual saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan
gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan
keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual,
praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori
dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak
lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media
film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dan lain
sebagainya sesuai
dengan kebutuhan. Yang termasuk ke dalam jemis media proyeksi daim adalah
sebagai berikut:
a.
Media OHP Dan OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang diproyeksikan
melalui alat proyeksi yang disebut OHP (Overhead
Projector). OHT terbuat dari bahan transparan yang biasanya berukuran 8,5 X
11 inci. Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT, yaitu :
1) Write on film (plastik transparansi), yaitu jenis transparansi yang dapat
ditulisi atau digambari secara langsung dengan menggunakan spidol.
2) PPC transparency film (PPC= Plain Paper Copier), yaitu jenis transparansi yang dapat
diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin photocopy.
3) Infrared transparency film, yaitu jenis transparansi yang
dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin thermofax. OHP (Overhead Projector) adalah media yang
digunakan untuk memproyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar.
Kelebihan Media OHT/OHP
1) Dapat digunakan untuk menyajikan
pesan di semua ukuran ruangan kelas.
2) Menarik, karena memungkinkan
penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik.
3) Tatap muka dengan siswa selalu
terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
4) Tidak memerlukan operator secara
khusus dan tidak pula memerlukan penggelapan ruangan.
5) Dapat menyajikan pesan yang banyak
dalam waktu yang relatif singkat.
6) Program OHT dapat digunakan
berulang-ulang.
Kelemahan Media OHT/OHP
1) Memerlukan perencanaan yang matang
dalam pembuatan dan penyajiannya.
2) OHT dan OHP merupakan hal yang tak
dapat dipisahkan, karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak bisa
diproyeksikan melalui OHP.
3) Urutan OHT mudah kacau, karena
merupakan urutan yang lepas.
b.
Film
Film disebut juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang meluncur secara
cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film
merupakan media yang sangat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar
mengajar. Sebagai suatu media, film memiliki keunggulan-keunggulan antara lain:
1) Film
merupakan suatu denominator belajar yang umum. Baik anak yang cerdas maupun
yang lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama. Keterampilan membaca
atau penguasaan bahasa yang kurang, bisa diatasi dengan menggunakan film.
2) Film
sangat bagus untuk menerangkan suatu proses. Gerakan-gerakan lambat dan
pengulangan-pengulangan akan memperjelas uraian dan ilustrasi.
3) Film
dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali kejadian-kejadian
sejarah yang lampau.
4) Film
dapat menyajikan baik teori maupun praktik dari yang bersifat umum ke khusus
atau sebaliknya.
5) Film
dapat mendatangkan seorang ahli dan mendengarkan suaranya di kelas.
6) Film
memikat perhatian anak.
7) Film
lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan dan sebagainya, sesuai dengan
kebutuhan. Hal-hal yang abstrak menjadi jelas.
8) Film
bisa mengatasi daya keterbatasan daya indera kita (pengelihatan).
9) Film
dapat merangasang atau memotivasi kegiatan anak-anak.
Kelemahan Media Film
1) Harga produksinya cukup mahal.
2) Pembuatannya memerlukan banyak waktu
dan tenaga.
3) Memerlukan operator khusus untuk
mengoperasikannya.
4) Memerlukan penggelapan ruangan.
4.
Media Audio
Hakekat dari jenis-jenis media dalam
kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan ke dalam simbol-simbol auditif (verbal atau non-verbal), yang melibatkan
rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik
atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah
dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar
kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang
partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat
komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa,
dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media
radio).
a.
Media Radio
Radio adalah media audio ruang
penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari
suatu pemancar.
Kelebihan Media Radio
1) Memiliki variasi program yang cukup
banyak.
2) Sifatnya mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
3) Baik untuk mengembangkan imajinasi
siswa.
4) Dapat lebih memusatkan perhatian
siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk
pengajaran bahasa.
5) Jangkauannya sangat luas, sehingga
dapat didengar oleh massa yang banyak.
6) Harganya relatif murah.
Kelemahan Media Radio
1) Sifat komunikasinya hanya satu arah
(one way communication).
2) Jika siarannya monoton akan lebih
cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
3) Program siarannya selintas, sehingga
tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara
individual.
b.
Media Alat Perekam Pita Magnetik
Alat perekam pita magnetik atau tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses
perekaman kaset audio. Alat perekam pita magnetik (magnetic tape
recording) atau disebut tape recorder merupakan salah satu media pendidikan yang tidak
dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya. Ada
dua macam rekaman dalam alat perekam pita magnetik yaitu sistem full track recording dan double track recording.
Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik
1) Pita rekaman dapat diputar
berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
2) Rekaman dapat dihapus dan digunakan
kembali.
3) Mengembangkan daya imajinasi siswa.
4) Sangat efektif untuk pembelajaran
bahasa.
5) Penggandaan programnya sangat mudah.
Kelemahan Media Alat Perekam Pita
Magnetik
1) Daya jangkauannya terbatas.
2) Biaya penggandaan alatnya relatif
lebih mahal dibanding radio.
c. Laboraturium
Bahasa
Laboraturium
bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa
asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media
yang dipakai adalah alat perekam.
Dalam
laboraturium bahasa, murid duduk sendiri-sendiri di dalam sebuah kotak bilik
akustik dan kotak suara. Siswa mendengar suara guru yang duduk di ruang kontrol
lewat headphone. Pada saat dia
menirukan ucapan guru dia juga mendengar suaranya sendiri lewat headphonenya, sehingga dia bisa
membandingkan ucapannya dengan guru. Dengan demikian dia bisa segera
memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
5. Media Audio Visual
Media audio visual adalah media
modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi), meliputi media yang dapat dilihat dan dapat di dengar. Media audio
visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan gambar. Berikut jenis-jenis
media audio visual:
a. Media audio visual diam adalah media yang
penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera
pengelihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya adalah gambar diam atau
sedikit memiliki unsur gerak. Seperti media slide suara (audio slide), film bingkai suara (sound
slide), film rangkai suara, dan cetak suara.
Kelebihan dan kelemahan media ini
tidak jauh berbeda dengan media proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek
suara pada media audio visual diam.
b. Audio visual gerak, yaitu media yang
dapat menampilkan unsur-unsur dan gambar yang bergerak.
1) Televisi
Televisi adalah
media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual dengan
disertai unsure gerak. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya, televisi tergolong ke dalam
media massa.
Sebagai
media pendidikan, televisi
mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
a) TV
dapat menerima, menggunakan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang
lain, menyesuaikannya dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai.
b) TV
merupakan medium yang menarik, modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak
karena mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka.
c) TV
mempunyai realitas dari film,
tapi
juga mempunyai kelebihan yang lain yaitu immediacy
(Objek yang baru saja ditangkap kamera dapat dipertontonkan).
d) Hampir
setiap mata pelajaran bisa di-TV-kan.
e) TV
dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam hal mengajar.
Beberapa
kelemahan/keterbatasan televisi:
a) Sifat
komunikasinya hanya satu arah.
b) Jika
akan dimanfaatkan di kelas,
jadwal
siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan.
c) Program
di luar kontrol guru dan
d) Besarnya
gambar di layar relatif
kecil dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkannya
terbatas.
Sumber : Erlik.2011(http://erliknisak.blogspot.com, 29 September
2013)
2)
Video
Video, sebagai media audio-visual yang
menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan
yang disajikan bisa bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita) maupun
fiktif (misalnya cerita), bisa bersifat informative edukatif maupun
instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi
tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Masing-masing
mempunyai kelebihan dan keterbatasan. Kelebihan video antara lain :
a)
Dapat menarik
perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan luar lainnya.
b)
Dengan alat
perekam pita pita video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari
ahli-ahli/spesialis.
c)
Menghemat waktu
dan rekaman dapat diputar berulang-ulang.
d)
Ruangan tidak
perlu digelapkan waktu menyajikannya.
Kekurangan video antara lain:
a) Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka
jarang dipraktikkan.
b) Sifat komunikasinya bersifat satu arah dan harus
diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain.
c) Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang
disajikan secara sempurna.
d) Memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks.
6.
Multimedia
Multimedia merupakan suatu sistem
penyempaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk
suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan
cetak, bahan audio, dan bahan audio visual.
Kelebihan Multi Media
1) Siswa memiliki pengalaman yang
beragam dari segala media.
2) Dapat menghilngkan kebosanan siswa
karena media yang digunakan lebih bervariasi.
3) Sangat baik untuk kegiatan belajar
mandiri.
Kelemahan Multi Media
1) Biayanya cukup mahal.
2) Memerlukan perencanaan yang matang
dan tenaga yang profesional.
BAB III
Kesimpulan dan Saran
A.
Kesimpulan
Dalam suatu proses belajar mengajar kehadiran
media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan
bahan yang akan disampaikan dapat di bantu dengan menghadirkan media sebagai
perantara. Media pembelajaran
banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang paling sederhana dan murah
sampai media yang paling canggih dan mahal harganya.
Karakteristik Media
Pembelajaran Berdasarkan Klasifikasinya :
1. Media Grafis
Yang termasuk media grafis antara lain : Grafik, diagram,
bagan, sketsa, poster, papan flanel dan papan buletin.
2. Media Bahan Cetak
Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah: buku teks,
modul, bahan pengajaran terprogram.
3. Media
Proyeksi Diam
Yang termasuk ke dalam jenis media proyeksi diam adalah
sebagai berikut: Media OHP Dan OHT dan film.
4. Media
Audio
Yang termasuk media audio adalah: radio, alat perekam pita
magnetik, dan laboratorium bahasa.
5.
Media Audio Visual
Berikut jenis-jenis media audio visual: Media audiovisual
diam dan Audio visual gerak.
6. Multimedia
Multimedia
merupakan suatu sistem penyempaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit
atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan
audio, dan bahan audio visual.
Setiap
jenis media memiliki karakteristiknya yang khas, yang dikaitkan atau dilihat
dari berbagai segi (misalnya dari segi ekonomisnya, lingkup sasaran yang dapat
diliput, dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai, menurut kemampuannya
membangkitkan rangsangan seluruh alat indera, dan petunjuk penggunaannya untuk
mengatasi kondisi pembelajaran).
B. Saran
Sebagai
calon guru kita saharusnya dapat memanfaatkan, memahami, dan mampu menggunakan
media yang ada disekitar kita, selain itu kita juga harus bisa memilih media
pembelajaran apa yang cocok untuk digunakan pada saat proses belajar
berlangsung. Sehingga dalam penyampaian materi/informasi dapat dengan mudah tersampaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Asyhar,
Rayandra.2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jambi: Gaung
Persada Press.
Munadi, Yudhi.2008 Media
Pembelajaran; Sebuah Pendekatan. Jakarta: Gaung Persada Press.
Musfiqon.2012. Media Pembelajaran.
Jakarta: Prestasi Pustaka.
Rosyidi, Abdul Wahab.2009. Media
Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: UIN- Malang Press.
Susilana, Rudi dan Cepi Riyana.2007.
Media Pembelajara. Bandung: CV. Wacana Prima.
Sadiman,
Arief S., dkk.2010.Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan
Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.




Posting Komentar