|
Penyakit Guru yang Banyak di
temui Pada Guru yang Belum Profesional
Istilah profesional adalah kata sifat dari kata profession (pekerjaan ) yang berarti sangat mampu melakukan pekerjaan. Guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi (profesiens) sebagai sumber kehidupan.Atau dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik,serta memiliki pengalaman di bidangnya
Ada lima ukuran seorang guru dinyatakan profesional, yaitu :
1.
Memiliki
komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya.
2.
Secara
mendalam menguasai bahan ajar dan cara mengajarkan.
3.
Bertanggung
jawab memantau kemampuan belajar peserta didik melalui berbagai teknik evaluasi,
4.
Mampu
berpikir sistematis dalam melakukan tugas,
5.
Menjadi
bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya.
Perningkatan kualitas ini tidak hanya didapat melalui ruang formal saja.
Tapi juga bisa melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas guru.Namun untuk menjadi seorang guru profesional, tidak lah semudah kita mengucapkan kata-kata. Membutuhkan kerja keras dan loyalitas terhadap apa yang harus dilakukan seorang guru profesional.
Disaat kita sedang berada di jalur untuk menjadi Guru Profesional, kita harus mampu melawan beberapa penyakit yang sering di derita oleh seorang guru.
Beginilah penyakit-penyakit para guru kita saat ini dan harus dihindari sejauh-jauhnya
1. TIPUS : Tidak punya selera
Ketika lonceng tanda masuk telah berbunyi, guru yang mempunyai gejal tipus, masih berpur-pura mempersiapkan diri mencari buku-buku persiapan mengajar. Setelah itu mencari teman sejawat yang juga masuk kelas bersamaan pada jam tersebut untuk diajak ngobrol terlebih dahulu
2. MUAL : mutu amat lemah
Tanda-tanda mual ini dapat dari kepemilikan sumber bacaan dan sumber informasi yang dimiliki di rumah. Bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan tidak bisa dielakkan. Guru yang memiliki rasa MUAL biasanya antipati dengan hal-hal yang berbau inggris.
3. KUDIS : Kurang disipilin
Pemanfaatan waktu yang kuran efektif saat berinteraksi dengan peserta didik, tak jarang KUDIS ini menyebabkan kegiatan pembelajara selesai sebelum lonceng keluar dibunyikan.
4. ASMA : Asal masuk kelas
Banyak yang beranggapan bahwa kalau guru masuk kelas tidak membawa buku adalah guru yang hebat, padahal setiap kegiatan pembelajaran siswa selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut harus dicatat.
5. TBC : Tak bisa computer
Penyakit ini dapat dilihat dari kemampuan menjinakkan mouse di depan komputer
6. KUSTA : Kurang strategi
Banyak siswa yang keluar-masuk saat dia mengajar adalah salah satu ciri penderita kusta.
7. KRAM : Kurang terampil
Alat-alat laboratorium yang ditumbuhi jamur dan kelihatan tidak pernah dipakai
8. Asam Urat: Asal Sampai materi kurang akurat
9. LESU : Lemah sumber
Sumber belajarnya dari satu yaitu LKS yang dibeli dari penerbit, sumber dari internet….?(Wah…. buka internet segala, saya kan guru senior gak perlu bawa buku….semua materi sudah hafal)
10. Ginjal : gajinya nihil, jarang aktif dan lambat
Meskipun sudah dapat berbagai macam tunjangan tetap gajinya nihil…kenaikan gaji diimbangi dengan kenaikan kebutuhan …. (sama juga bo’ong)
11. Diare : dikelas anak-anak diremehkan
Tidak ada yang lebih pintar dari guru…..ingat!!! orang pinter itu bukan guru tapi dukun. he he he….
12. THT : Tukang Hitung Transport
Berapa uang transport kegiatan yang akan dilaksanakan, kalau tidak ada transportnya….”Maaf Bu/Pak kepala sekolah, saya ada perlu”
13. Hipertensi : Hiruk pikuk Persoalkan Tentang Sertifikasi
Lebih mengutamakan ambil tunjangan sertifikasi daripada mengajar “Kalau kesejahteraan guru masih rendah, mana bisa ngajar dengan baik?” Lha wong gajinya sedikit”. Tapi kalau tunjangan sudah cair…..”Kan untuk kebutuhan keluarga?”
14.
Sakaw:
Status Kalaw (baca: Galau) bukan karena narkotika tapi karena gambar di bawah
ini, ya…karena social network kita jadi semakin galau…ajarkan murid untuk
menulis status cerdas, ingat kata Mark Zuckerberg di Film “The Social
Network”: You Don’t Get To 500 Million Friends Without Making A Few Enemies
Naaaaah, bagaimana para calon guru atau guru?…sudahkah anda siap terhindar dari penyakit tersebut? Memang bukan penyakit seperti yang ada di kamus medis. Namun 11 penyakit tersebut di atas sangatlah berbahaya dan bisa menular.
Mari kita berpikir positif dan melakukan yang terbaik dalam hal pendidikan, jangan sampai salah satu dari 11 penyakit itu menghinggapi kita. Jangan sampai pendidikan negeri ini menjadi rapuh hanya karena Tenaga Pendidik yang tidak kompeten.
Faktor Penyebab Rendahnya Profesionalisme Guru :
1. Masih banyak guru yang tidak menekuni
profesinya secara total.
2. Adanya perguruan tinggi swasta sebagai
pencetak guru yang lulusannya asal tanpa mempehitungkan outputnya.
3. Kurangnya motivasi guru dalam meningkatkan
kualitas diri.
4. Rentan dan rendahnya kepatuhan guru
terhadap norma dan etika profesi keguruan.
3.
http://wiwikbudiawan.wordpress.com/2012/02/06/12-penyakit-guru/





Posting Komentar