skip to main | skip to sidebar

counter

Pages

  • Beranda
  • Profil
  • Album Foto
  • Keterampilan Berbahasa

Gudang Baca

Cerpen

16.46 | Publish by Unknown



              
 Be Your Self


    Termenung ku sambil menatap bayangan yang ada di kaca, badan kurus sekurus triplek, kulit hitam sehitam abu gosok, dan jerawat yang menggerombol seperti pasukkan perang yang akan bertempur. Huuft, menyebalkan sekali rupaku ini, kenapa aku terlahir dengan keadaan seperti ini? Ku selalu menggerutu sendiri tiada hentinya didepan kaca. Seakan-akan aku ingin menggati rupa ini dengan wajah artis di televisi yang putih, mulus, dan cantik.
Inilah diriku, Renata Dwi Yastika yang sering dipanggil oleh orang-orang dengan sapaan Yastika si imut alias item mutlak. Sebel dan dongkol sekali hati ini dengan kata panggilan yang membuatku menjadi naik darah, tapi apa mau dikata lagi.
Sekarang ku belajar di Universitas yang ternama di Yogyakarta, sebagai mahasiswa semester 2. Aku mengambil jurusan Pendidikan Matematika, karena diriku lebih menyukai angka-angka dan pemahaman logika daripada politik ataupun karya sastra.
Di kampus
      Saat aku duduk bersenda gurau bersama sahabat karibku Tina dan Ela di depan perpustakaan, aku tak sengaja berjumpa dengan kakak tingkatku yang bernama Yuda Fernando. Yuda adalah kakak tingkat yang cool, tinggi, putih, dan ganteng. Yuda berjalan bersama dengan teman-temanya yaitu Ezza dan Fino. Uuuhh, tak sanggup hati ini melihat Yuda berada di depan mata. Hati ini serasa berdetak kencang seakan mau copot saja melihat ketampananya. Dia pun hanya sedikit tersenyum kearah ku dan teman-teman. Seakan-akan dia juga memperhatikan ku dari tadi. Sebenarnya kami telah saling mengenal, karena dulu dialah yang membina ku waktu ospek.
“Huss, Yas, jangan ngiler deh liat Yuda!” sindiran Tina kepada ku yang sedang melihat ketampanan Yuda.
“Hehehehe” hanya dapat membalas sindiran Tina dengan tersenyum. Waktu pun menunjukkan pukul 13.00 saatnya mata kuliah matematika.

Di rumah
Aku kembali mengambil kaca hias ku yang sudah biasanya menjadi rutinitasku mengaca dikala meratapi nasib. Sambil bertanya dalam hati “apakah bisa si buruk rupa ini dapat bersanding dengan si tampan itu?”. Raut wajah ku muram seakan-akan dapat menjawab pertanyaan ku sendiri dengan jawaban “tidak mungkin!!!”.
Mama tertawa melihat tingakah ku yang bertingkah kebingungan sendiri.
 “Aaah mama jangan diketawain dong”.
“Hehehe, la habisnya kamu itu lucu yas, kok cemberut liat kacanya?” tanya mama kepadaku.
“Aku ini cantik enggak sih mah?” tanya ku kepada mama.
“Loh kok tanya seperti itu? Ya jelas cantiklah anak mama, kata siapa Yastika jelek?”
Dalam hati ku, pasti mama cuma bohong biar menyenangkan hati ku saja.
      Sudah lama ku menyimpan rasa ini kepada Yuda semenjak dia dulu menjadi pembina ospek ku, namun apa mau dikata. Bagai si buruk rupa yang tak ingin menyampaikan perasaannya kepada sang pujaan hati.
Didalam pikiran ini terlintas ide yang mungkin dapat menarik hati Yuda agar dapat menaruh hati ke diriku. Aku pun mencari cara untuk memutihkan kulit ini yang seperti abu gosok hitam pekat, agar nampak putih bercahaya, bersih dan mulus dalam waktu sesingkat-singkatnya seperti artis-artis yang ada di televisi. Membayangkannya saja aku senang sekali kalau diriku ini bisa putih seperti Arumi Bachin, hahahaha sepertinya khayalan ku terlalu tinggi. Tapi aku akan berusaha untuk mencerahkan kulit ku ini seputih mungkin agar dapat menarik hati Yuda.
Keesokkan harinya, aku pergi kerumah Ela. Disana aku ngobrol dan menceritakan keinginanku yang nekat akan memutihkan kulitku ini.
“Kamu beneran Yas, mau mutihin kulit item mu ini. Padahal kamu manis loh dengan kulit hitam pekat mu ini?” kata Ela sambil melihat kulitku.
“Ya beneran lah El, aku pengen beneran jadi putih.”
“Heeeem, aku punya kenalan dokter kulit di Solo! dia sih cukup terkenal dan ahli di bidang kecantikan.”
“Wah aku mau El nyobainnya. Besok aku dianter kesana yaaah”.
“Siaap tuan putri!”.
Setelah itu, beberapa hari kemudian aku pergi bersama Ela ke tempat dokter itu. Aku mulai melakukan perawatan. Mulai dari suntik collagen, masker kulit dan berbagai macam perawatan kulit.
1 bulan setelah aku rutin melakukan treatment dari dokter, mulai nampaklah kulit ini sedikit bersih dan cerah. Aku menjadi semangat dan akan melakukan treatment itu lebih rutin agar mendapatkan hasil kulit yang putih.
Setelah berbulan-bulan akhirnya, hasil usaha ku tak sia-sia juga. Kulit hitam pekat ku ini telah bermetamorfosis menjadi kulit putih bercahaya. Aku sangat senang sekali dengan hasil perubahan ini dan sekarang aku juga pede memakai baju-baju yang berwarna cerah, udah ga kayak dulu lagi yang minder dengan warna-warna cerah. Saatnya aku untuk mendekati Yuda, sang pujaan hati.
Di kampus
Diparkiran kampus aku tidak sengaja bertemu dengan Yuda, aku harap kali ini dia akan menyapa ku dan mengajak ngobrol karena aku sekarang ini telah putih dan bukan Yastika si kulit hitam.
Aaaah, sial nasib. Sudah berlagak-lagak menyapanya, Yuda malah tak merespon aku malah membuang muka. Sungguh membuat bimbang hati ini. Namun dengan tekat yang kuat aku harus memanggilnya dan mengajaknya mengobrol.
“Yuda……………….!”
“Maaf, anda ini siapa ya?” jawab Yuda
“Loh dulu kamu pembinaku ospek, dulu kamu juga sering tersenyum kepadaku, tapi sekarang kok malah tidak tersenyum lagi, sudah lupa dengan ku? Bahkan membuang muka tadi melihatku!”
“Oh, jangan-jangan kamu ini Yastika?”
“Iya…iya..iya, benar aku Yastika”.
“Kok sekarang kamu putih? dulu kamu kan item manis? Berbeda sekali, sampai-sampai aku pangling tidak mengenalimu.”
Batin ku senang sekali Yuda menilai aku dulu item manis, baru kali ini ada lelaki yang menilai ku seperti itu. Apa aku sampaikan saja ya, apa yang aku rasakan dan aku pendam dari dulu. Tapi malu-maluin juga deh. Waktu uda nunjukin pukul 13.00 saatnya masuk nih, tanpa dosa aku pergi meninggalkan Yuda sendiri di parkiran karena jam perkuliahan telah dimulai waktu itu.
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku menerima sepucuk surat bewarna biru, yang isinya merupakan komentar dari Yuda ke diriku. Didalam surat itu dituliskan bahwa Yuda kaget melihat perubahan drastis yang nampak pada diriku. Yuda lebih menyukai ku dengan ku yang dulu, item manis dan apa adanya. Bukan yang sekarang, Yastika si putih. Karena Yuda memiliki tipe cewek yang item manis. Disurat itu juga menyebutkan bagaimana dahulu pertama kalinya bertemu dengan ku, Yuda telah menyimpan rasa cintanya ke diriku, namun tak berani mengungkapkanya karena takut akan diriku yang tak mau menerima cintanya. Dan sekarang Yuda tidak menyukai ku dengan perubahan yang terjadi pada ku.
Aaaah, nyesek rasanya baca surat dari Yuda ini. Aku uda berusaha mati-matian buat putihin kulit ini. Ternyata dia juga suka aku, tapi suka aku yang dulu si hitam pekat. Bukan yang sekarang Yastika si putih. Kenapa juga aku ga deketin dia dari dulu mungkin malah bisa jadian dari dulu deh tanpa harus putihin kulit segala. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Ini akan ku jadikan menjadi pelajaran hidupku saja.

Karya : Diah Ayu Retnaningsih/ PGSD UPY

Label: Cerpen 0 komentar
0 Responses

Posting Komentar

« Posting Lebih Baru
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Angry Birds

Diberdayakan oleh Blogger.

Lencana Facebook

Diah Ayu Retnaningsih

Buat Lencana Anda

Statistik

Maukie - the virtual cat

Kategori

  • Cerpen (2)
  • Keterampilan Berbahasa (4)
  • Kumpulan Artikel (15)
  • Resep Masakan (11)
  • Semester 1 (1)
  • Semester 2 (11)
  • Semester 3 (3)

Blog Archive

  • ►  2014 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2013 (46)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (33)
    • ▼  September (8)
      • Resep Bakwan Tahu
      • Resep Tahu Isi Bakso
      • Tips Manfaat Pisang
      • tips Mengatasi Kulit Berminyak Dengan Daun Seledri
      • info Tokoh Angry birds dalam Game dan dalam Dunia...
      • Tugas PKn 2 (Analisis)
      • Resep Sambal Goreng Hati
      • Cerpen

Profil ku

Unknown
Lihat profil lengkapku

Copyright (c) 2010 Gudang Baca. Design by Template Lite
Download Blogger Templates And Directory Submission.