|
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bagian selatan wilayah kabupaten Bantul
merupakan kawasan pesisir Parangtritis yang memiliki keanekaragaman ekosistem
dan potensi alamnya. Sedangkan bagian di sebelah barat pantai Pantai
Parangtritis kurang lebih 1,5 km merupakan Pantai Depok. Yang terkenal dengan
wisata kulinernya dengan menu utama seafood. Di Pantai Depok sendiri juga
terdapat pasar tradisional yang menjual hasil kelautan dan perikanan.
Sedangkan
di Pantai Parangkusumo sendiri memiliki wisata budaya yang terkenal dengan
ritual labuhan. Ritual labuhan menjadi daya tarik wisatawan yang mengujungi
Pantai Parangkusumo. Selain wisata budaya pantai parangkusumo juga mempunyai
fenomena alam yang sering disebut dengan batu singapan berupa bongkahan besar batu
vulkanik serta sumber air panas.
Sebagian masyarakat pesisir di
parangtritis masih bermata pencaharian sebagai petani dengan menanam cabai dan
bawang merah. Sebagian lagi bermata pencaharian sebagai nelayan dan usaha sektor
pariwisata yang berpusat di Pantai Depok.
Kekayaan
wilayah pesisir Parangtritis ditunjukkan dengan adanya gumuk pasir. Gumuk pasir
paragtritis merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.
Oleh karena itu Laboraturium Geospasial
Pesisir Parangtritis didirikan untuk melestarikan gumuk pasir dan membantu
mengelola wilayah pesisir melalui dana geospasial. Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis merupakan
wujud kerjasama antara Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dulunya dikenal
dengan nama Bakosurtanal, dengan Fakultas Geografi UGM dan Pemerintah Kabupaten
Bantul. Tugas utamanya adalah melakukan riset yang berhubungan dengan segala
sesuatu tentang kepesisiran. Diantaranya tentang gumuk pasir yang membentang
luas di pesisir pantai desa Parangtritis dan merupakan satu fonomena alam yang
unik, peta potensi ikan bagi nelayan dan pembuatan basis data spasial.
Laboratorium
Geospasial Pesisir Parangtritis yang mengelola kawasan gumuk pasir dan hasil
riset kawasan pantai di Indonesia, dalam pengelolaannya saat ini dan ke masa
depan, membagi kegiatannya ke dalam empat bidang, yaitu: Unit Penelitian
Pengembangan (Litbang) Teknologi Survei Pemetaan (Surta) Pesisir, Pemberdayaan
Masyarakat Pesisir, serta Museum dan Eksibisi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan
laboratorium geospasial pesisir parangtritis?
2.
Apa yang dimaksud dengan
gumuk pasir?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
laboratorium geospasial pesisir parangtritis.
2.
Untuk mengetahui gumuk pasir
BAB II
PEMBAHASAN
A. Laboratorium
Geospasial
Laboratorium Geospasial Pesisir
Parangtritis yang di bangun pada tahun 2006 merupakan pusat riset kepesisiran
yang dikelola oleh Badan Informasi Geospasial yang berkerjasama dengan Fakultas
Geografi UGM dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Salah satu bagian di dalamnya
adalah Museum Alam Gumuk Pasir sebagai daya tarik untuk wisata pendidikan.
Tugas utamanya adalah melakukan riset yang
berhubungan dengan segala sesuatu tentang kepesisiran. Diantaranya tentang
gumuk pasir yang membentang luas di pesisir pantai desa Parangtritis dan
merupakan satu fonomena alam yang unik, peta potensi ikan bagi nelayan dan
pembuatan basis data spasial.
Laboraturium Geospasial Pesisir Parangtritis memiliki tujuan:
1.
Melaksanakan
riset kolaboratif sumberdaya.
2.
Pesisir
dan Laut untuk pengembangan IPTEK.
3.
Berbasis
informasi geospasial.
Laboratorium Geospasial Pesisir
Parangtritis yang berlokasi di tengah bentang alam gumuk pasir Pesisir
Parangtritis Yogyakarta adalah satu-satunya Laboratorium Geospasial Pesisir di
Indonesia. Laboratorium yang terletak diatas lahan pasir seluas 2 ha di dusun
Depok desa Parangtritis ini, terdiri dari 6 unit bangunan utama. 1 unit
bangunan untuk kantor, 1 unit yang berbentuk piramid untuk ruang pertemuan yang
juga bisa digunakan unutk kegiatan penyuluhan, seminar dan diskusi, 1 unit
bangunan museum tentang segala jenis pasir pantai dan bebatuan serta karang
laut, 1 unit bangunan yang menghubungkan bangunan piramid dengan museum yang
dikenal dengan lorong pengetahuan, 1 unit kantin dan 1 unit mess.
Bangunan Laboraturium Geospasial Pesisir
Parangtritis memiliki bangunan utama, ketiganya memiliki unsur filosofi yang
bernilai sebagai proses terbentuknya gumuk pasir. Bangunan berbentuk pyramid
atau kerucut menggambarkan gunung merapi yang sering erupsi dan menghasilkan
pasir. Pasir dari gunung merapi tersebut mengalir ke laut melalui kali Opak,
yang digambarkan dengan bangunan lorong pengetahuan. Sedangkan museum pameran
yang memamerkan jenis bebatuan, pasir dan karang laut, menggambarkan gumuk
pasir yang ada di Parangtritis. Pasir yang terbawa ke laut dihempas kembali ke
tepian oleh gelombang laut dan setelah kering tertiup oleh angin tenggara yang
cukup kuat sehingga terbentuklah gumuk pasir itu.
B.
Gumuk Pasir
Secara umum pengertian gumuk
pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk
Pasir di Pesisir Parangtritis adalah sebuah kawasan yang
terbentang sepanjang 15,7 kilometer dari hilir Sungai Opak menuju Pantai
Parangtritis dan 2 kilometer dari garis pantai, berisikan hamparan pasir halus.
Dengan kata lain, ini sangat mirip dengan gurun pasir yang terdapat di Arab.
Gumuk pasir paragtritis merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Hal ini
dikarenakan:
1. Karena
proses alam yang unik, komplek dan langka.
2. Karena
posisi pantai terbuka terhadap laut lepas dengan tiupan angin kencang setiap
waktu.
3. Karena
ada sumber materi pasir yang berlebihan dari daerah hulunya berupa pasir
vulkanik terbawa oleh sistem sungai ke muara.
4. Karena
pangaruh “site” Geografi wilayah yakni wilayah pesisir dan ada bukit kapur
(karst) dengan lereng curam/terjal.
Gumuk pasir dapat dijumpai pada
daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk
mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk
tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).
1.
Proses Terbentuk Gumuk Pasir
Proses
terbentuknya gumuk pasir di Parangtritis berawal dari Gunung Merapi yang
bererupsi atau mengeluarkan material vulkanik. Material tersebut berupa awan
panas beserta debu, pasir, lahar panas, lahar dingin dan batu-batuan yang
mengalir ke sungai-sungai yang berhulu di Merapi, seperti Sungai Bedog, Boyong,
Opak, Gendol, dan lain-lain. Sungai-sungai yang membawa material vulkanik
berkumpul membentuk suatu daerah aliran sungai dan menuju kearah muara Opak.
Sampai di muara, material vukanik
tersebut dihantam ombak laut selatan yang menggerus pasir menjadi butiran pasir
menjadi butiran halus. Deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran
sangat halus berukuran 0,2 mikron, sehingga mampu diterbangkan oleh angin
dengan kecepatan 2 m/s.
Aktivitas ombak dalam pembentukan gumuk
pasir tidak terhenti sampai disini saja. Pasir halus yang sudah terbentuk tadi
kemudian diendapkan menuju ke tepi pantai. Sesampainya di tepi pantai, pasir
yang basah tersebut mengalami pengeringan secara terus menerus oleh sinar
matahari. Pasir yang kering terbawa tiupan angin menuju daratan.
Pasir yang terbawa angin mengendap di
daratan secara terus menerus. Endapan semakin banyak dan berkurang menjadi
gundukan-gundukan pasir. Gundukan ini kemudian disebut gumuk pasir (bukit
pasir). Gumuk pasir yang terbentuk memiliki cirri khas sesuai arah hembusan
angin. Adanya bukit karst yang terletak disebelah timur Parangtritis
menyebabkan hembusan angin dari arah tenggara lebih kuat sehingga pola gumuk
pasir menghadap kearah tenggara.
2.
Bentuk Gumuk Pasir
Gumuk pasir yang berada
di pesisir Parangtritis memiliki bentuk yang bermacam-macam akibat dari perubahan
arah angin.
a. Gumuk
pasir tipe Sabit (Barchan)
Terbentuk pada daerah yang
terbuka atau tidak memiliki bannier, besarnya kemiringan lereng daerah yang
menghadap angin lebih landai disbanding kemiringan yang membelakangi angin.
b. Gumuk
pasir tipe Parabola (Parabolic)
Berkebalikan dari tipe Barchan, yaitu
keiringan lereng yang menghadap arah angin lebih curam, akibat banyak
penghalang seperti pepohonan.
c. Gumuk
pasir tipe Memanjang (Longitudional)
Yaitu gumuk pasir yang berbentuk
lurus sejajar dengan arah angin. Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya
arah angin dan terdapat celah diantara bentukan gumuk pasir awal.
d. Gumuk
pasir Melintang (Transverse)
Terbentuk pada daerah tidak
berpenghalang dan banyak cadangan pasir, serta bentuk gumuk pasir ini
menyerupai ombak dengan arah tegak lurus terhadap angin.
Bentuk gumuk pasir yang sering ditemukan
di daerah Pantai Parangtritis menyerupai tipe sabit (barchan) dan tipe
memanjang (longitudinal). Kadang kala ditemukan pula bentuk parabola dan sisir.
Pembentukan pasir itu antara lain dipengaruhi oleh ukuran butiran pasir,
tingkat kekeringan, kecepatan dan intensitas angin, serta keberadaan vegetasi
yang menutup lahan. Realita yang terjadi sekarang faktor bangunan rumah dan
gubuk-gubuk di pinggir pantai turut andil terbentuknya gumuk pasir sebagai
pengganti faktor vegetasi pantai. Banyaknya bangunan pemukiman penduduk yang
mendesak ke arah pantai selain dapat merusak ekosistem pantai juga merupakan
ancaman bagi konservasi parangtritis sebagai laboratorium geospasial pesisir
parangtritis.
3.
Syarat
Pembentukan Gumuk Pasir:
a. Pantai
landai,
b. Tersedia
pasir sebagai pemasok material,
c. Gelombang
mampu menghempaskan pasir ke darat,
d. Arus
sepanjang pantai kuat, beda air pasang dan surut cukup besar,
e. Ada
perbedaan tegas antara musim kemarau dengan musim hujan.
BAB III
PENUTUP
A.
Penutup
Keanekaragaman ekosistem dan potensi
alam yang sudah dimiliki dan keunikan alam gumuk
pasir yang berada di sebelah barat Pantai Parangtritis Yogyakarta memang layak
untuk dijaga kelestariannya dan sekaligus menjadi tempat untuk penelitiaan yang
berkaitan dengan pesisir pantai, khususnya yang ada di Indonesia. Kawasan gumuk
pasir tersebut diyakini terbentuk dalam waktu ratusan atau bahkan ribuan tahun
yang lalu. Gumuk pasir di pantai Parangtritis ini awal mula terjadi dari
letusan gunung Merapi yang terjadi ribuan tahun lalu. Endapan pasir itu terbawa
oleh sungai Opak yang melintas di beberapa wilayah di Yogyakarta hingga ke
wilayah Bantul sebelum akhirnya menuju ke laut Selatan (Samudra Hindia).
Sesampainya di laut Selatan, endapan pasir tersebut terus-menerus
diombang-ambingkan ombak. Pada saat itulah, pasir-pasir lembut terbawa oleh
angin dan terhempas di sekitar pantai dan terbentuknya gumuk pasir.
Itulah sebabnya proses terjadinya gumuk pasir di pantai
Parangtritis Yogyakarta ini dianggap unik dan tidak dijumpai di tempat lain.
Laboraturium Geospasial Pesisir
Parangtritis didirikan untuk melestarikan gumuk pasir dan membantu mengelola
wilayah pesisir melalui dana geospasial. Tugas utamanya adalah melakukan riset yang berhubungan dengan segala
sesuatu tentang kepesisiran. Diantaranya tentang gumuk pasir yang membentang
luas di pesisir pantai desa Parangtritis dan merupakan satu fonomena alam yang
unik, peta potensi ikan bagi nelayan dan pembuatan basis data spasial.
Sehingga Kekayaan kawasan pesisir
pantai yang ada di berbagai wilayah di Indonesia pantas untuk terus
dikembangkan demi kemakmuran rakyatnya. Untuk itu kehadiran Laboratorium
Geospasial di Yogyakarta ini diharapkan dapat menjadi lokasi penelitian dan
pengembangan kawasan pesisir pantai. Selain itu tentunya diharapkan
Laboratorium Geospasial ini juga dapat dijadikan obyek wisata pendidikan dan
tempat rekreasi yang berbeda dengan tempat-tempat lain, sehingga menambah
wawasan masyarakat luas, khususnya yang berkaitan dengan pengetahuan geografi.
B.
Saran
1. Lebih ditingkatkan
lagi mengenai sarana dan prasarana yang ada di dalam Laboraturium Pesisir Geospasial Parangtritis
demi menunjang fasilitas yang memadai.
2.
Adanya motivasi untuk masyarakat dan dorongan menjaga kelestarian gumuk pasir
di kawasan Parangtritis Kretek Bantul. Karena luasan gumuk dari tahun ke tahun
terus menyusut, akibat perilaku manusia.
3.
Realita yang terjadi sekarang faktor bangunan rumah dan gubuk-gubuk di pinggir
pantai turut andil terbentuknya gumuk pasir sebagai pengganti faktor vegetasi
pantai. Banyaknya bangunan pemukiman penduduk yang mendesak ke arah pantai
selain dapat merusak ekosistem pantai juga merupakan ancaman bagi konservasi
parangtritis sebagai laboratorium geospasial. Sebaiknya lebih ditata ulang
kembali agar tidak mengganggu alaminya gumuk pasir.
DAFTAR PUSTAKA
www.bantulbiz.com




